
Boyolali - Tim dosen UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bertajuk "Pengenalan Riset Sains untuk Siswa Madrasah" di MTsN 6 Boyolali pada Selasa, 5 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Tarbiyah pukul 14.00-15.00 WIB ini diikuti dengan antusias oleh 56 siswa kelas 7 program khusus sains. Dipimpin langsung oleh Prof. Dr. H. Muhammad Munadi, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim MyRest, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya berpikir kritis dan minat penelitian sejak dini di kalangan siswa madrasah tsanawiyah. Hadir pula sejumlah anggota tim lainnya termasuk Dr. H. Muhammad Munadi, S.Pd., M.Pd., Irma Ayu Kartika Dewi, S.Pd., M.A., Ns. Mellia Silvy Irdianty, S.Kep.,Rizky Kusumawardani,M.Si.,Wiwin Astuti, M. Pd. M.PH, Triana Atika Zulfa, M.Pd., dan Reno Nurdiyanto, S.Pd., M.Pd.
Prof. Munadi membuka sesi dengan pendekatan yang unik dengan mengajak peserta membacakan dan mendiskusikan Surat Al-'Alaq. "Perintah 'Iqra' atau bacalah dalam surat ini bukan sekadar membaca teks, tapi juga membaca alam semesta, membaca diri sendiri, dan membaca lingkungan sekitar," jelas guru besar tersebut dengan penuh semangat. Lebih lanjut, Prof. Munadi mengaitkan nilai-nilai Islam dengan praktik penelitian ilmiah melalui penjelasan tentang Surat Al-Qalam ayat 1 yang menegaskan pentingnya pena dan tulisan. "Meneliti dan menuliskan hasil penelitian adalah bagian dari ibadah ketika kita niatkan untuk kemaslahatan umat," tambahnya sambil memandu siswa mengidentifikasi berbagai hal yang bisa 'dibaca' mulai dari ciptaan Allah, buku-buku ilmiah, hingga fenomena alam sekitar.
Sesi berlangsung interaktif ketika Prof. Munadi mengajak peserta untuk melakukan observasi kecil-kecilan. "Seorang peneliti harus peka terhadap lingkungannya. Coba kalian amati, apa saja yang menarik untuk diteliti di sekitar sekolah kita?" ujarnya pemantik diskusi. Para siswa pun dengan semangat menyebutkan berbagai objek dan bangunan potensial mulai dari tugu, waduk cengklik, bandara dan tempat menarik lainnya. Prof. Munadi menambahkan bahwa penelitian itu dilakukan dengan “jalan jalan” dalam artian berupa peneitian perlu pergi ke lokasi riset dan pengamatan.
Tidak lupa, dosen yang dikenal dengan pendekatan integratifnya ini memperkenalkan kontribusi ilmuwan Muslim yang dipaparkan dalam bentuk gambar seperti Ibnu Sina dalam bidang kedokteran, Ibnu Batutah dalam bidang kedokteran, Ibnu Khaldun, Alhazen dalam fisika, dan Al-Khawarizmi dalam matematika. Ini bukti bahwa Islam sangat mendorong pengembangan sains yang disampaikan tegasnya di hadapan siswa yang terlihat kagum. Antusiasme peserta tampak jelas dari semangat mereka dalam berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Kegiatan selanjutnya akan peserta akan dikelompokan sesuai dengan minat riset dari tiap tiap peserta. Kelompok ini berupa kelompok minat kesehatan, biologi, matematika, sejarah, dan fisika. Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini diakhiri dengan pemberian pretest untuk mengukur minat riset peserta. Hasilnya menunjukkan mayoritas siswa mulai tertarik untuk mendalami dunia penelitian. Kami berharap ini menjadi remaja harapan negeri yang lahir menjadi peneliti-peneliti muda yang tidak hanya cerdas secara akademik tapi juga memiliki landasan nilai-nilai keislaman yang kuat.
Mitra dan Alumni, Fakultas Tarbiyah UIN Surakarta Desain Arah Strategis Jangka Panjang
1 pekan yang lalu - Umum