
Surakarta – Dalam rangka menyelaraskan arah strategis kelembagaan dan memperkuat mutu akademik di tingkat program studi, Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta sukses menggelar Workshop Penyusunan Visi Misi. Kegiatan yang berlangsung intensif diselenggarakan di Aula PPG Fakultas Tarbiyah pada Selasa (2/6/2026). Acara penting ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi fakultas, di antaranya Dekan Fakultas Tarbiyah Prof. Dr. H. Fauzi Muharom, M.Ag., Wakil Dekan I Dr. Khasan Ubaidillah, M.Pd.I., Wakil Dekan II Dr. Hj. Siti Choiriyah, S.Ag., M.Ag., Wakil Dekan III Dr. Rustam Ibrahim, M.S.I., serta seluruh Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, dan jajaran Tenaga Kependidikan di lingkungan fakultas.
Setelah dibuka dengan prosesi registrasi dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars UIN Raden Mas Said, Dekan Fakultas Tarbiyah Prof. Dr. H. Fauzi Muharom, M.Ag. memberikan pengarahan umumnya. Dalam sambutannya, Prof. Fauzi menyampaikan apresiasi tertinggi kepada seluruh pengelola prodi dan tenaga kependidikan yang tetap berkomitmen hadir di tengah kesibukan perkuliahan semester genap. "Agenda kita hari ini adalah melakukan sinkronisasi visi misi kelembagaan universitas ke fakultas. Secara kelembagaan posisi kita relatif stabil, namun kita memerlukan penajaman substansi cascading (turunan) dari Kementerian Agama RI periode 2025–2029," tegas Prof. Fauzi.
Senada dengan Dekan, Wakil Dekan I Dr. Khasan Ubaidillah, M.Pd.I. memaparkan draf penyesuaian visi universitas yang diselaraskan dengan target Kementerian Agama guna mewujudkan masyarakat rukun, maslahat, dan cerdas. Dalam sesi pleno kelembagaan, forum secara bulat memutuskan untuk tetap mempertahankan frasa "Sains" dalam draf visi fakultas, sehingga berbunyi: “Menjadi Fakultas yang Unggul dan Inovatif dalam Bidang Pendidikan Islam dan Sains Tahun 2034”. Pertimbangan ini diambil karena Fakultas Tarbiyah secara faktual masih menaungi rumpun prodi tadris seperti Tadris Biologi, Tadris Matematika, dan PGMI.
Memasuki sesi materi inti, workshop menghadirkan pakar teknologi dan kurikulum pendidikan, Dr. Rio Kurniawan, S.Pd.I., M.S.I., M.Pd. sebagai narasumber utama. Merujuk pada panduan mutu instrumen akreditasi seperti kriteria LAMDIK 3.3.0, Dr. Rio membedah secara tajam perbedaan mendasar antara visi kelembagaan milik universitas/fakultas dengan visi keilmuan milik program studi. Dr. Rio menyampaikan kritik ilmiah mengenai penggunaan kata kerja kerja awal di dalam visi prodi. Kata “Menjadi” dinilai kurang tepat untuk tingkat prodi karena cenderung mencerminkan cita-cita fisik atau kelembagaan institusi, bukan mandat keilmuan. Selain itu, diksi “Mengembangkan” juga mendapatkan catatan kritis dari pengalaman akreditasi rumpun prodi PIAUD/PAUD sebelumnya, di mana validator menilai kata tersebut lebih pas diletakkan pada level KKNI 8 atau 9 (ranah Magister dan Doktor pada Pascasarjana).
Hal menarik lainnya yang mencuat dalam workshop ini adalah penekanan terhadap pentingnya sebuah program studi memiliki distingsi atau ciri khas pembeda dari kampus lain saat menghadapi asesor visitasi. Guna menjawab tantangan tersebut, program studi di bawah Fakultas Tarbiyah didorong untuk mengintegrasikan nilai luhur ketokohan serta gagasan Tri Dharma Raden Mas Said. Nilai-nilai luhur tersebut nantinya akan ditafsirkan menjadi indikator capaian yang konkret, diturunkan ke dalam Rencana Pembelajaran Semester (RPS), serta diwujudkan secara riil melalui mata kuliah berbasis kearifan lokal seperti Islam Budaya Jawa, kurikulum inklusivitas, materi moderasi beragama, hingga penguatan mata kuliah Antikorupsi yang menjadi standar wajib BAN-PT. Sebagai payung besarnya, Fakultas Tarbiyah dirancang memiliki karakter kelembagaan yang Unggul, Inovatif, Moderat, dan Adaptif. Rangkaian workshop yang berlangsung produktif ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh panitia.
Mitra dan Alumni, Fakultas Tarbiyah UIN Surakarta Desain Arah Strategis Jangka Panjang
1 pekan yang lalu - Umum