Loading...

Mitra dan Alumni, Fakultas Tarbiyah UIN Surakarta Desain Arah Strategis Jangka Panjang

Diterbitkan pada
4 Juni 2026 10:50 WIB

Baca

Surakarta – Dalam rangka merespons tuntutan mutu pendidikan tinggi global, Fakultas Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar workshop intensif penyusunan Rencana Strategis (Renstra) periode 2025–2029 pada Rabu (3/6) di Aula PPG. Kegiatan strategis ini dihadiri oleh jajaran dekanat, koordinator dan sekretaris program studi, tim penjaminan mutu, tenaga kependidikan, serta melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders), mitra sekolah, dan alumni.

Dekan Fakultas Tarbiyah, Prof. Dr. H. Fauzi Muharom, M.Ag., dalam pengarahannya menyampaikan apresiasi tertinggi atas kehadiran Dr. Andi Prastowo yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukannya sebagai ketua asosiasi dan pakar akademik PTKIN nasional untuk memberikan pencerahan. Beliau juga mengapresiasi kontribusi aktif stakeholders, mitra, dan alumni dalam memberikan masukan riil demi kedewasaan kurikulum dan serapan lulusan di dunia kerja.

Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Andi Prastowo, S.Pd.I., M.Pd.I., Wakil Dekan I FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dr. Andi memaparkan materi menggunakan analogi filosofis untuk menjelaskan siklus dokumen perencanaan di instansi pemerintah. Renstra diibaratkan sebagai peta perjalanan lima tahun untuk menentukan koordinat tujuan akhir institusi. Rute makro tersebut kemudian dijabarkan secara tahunan melalui Rencana Operasional (Renop) sebagai rute detail berjalan, didukung anggaran tahunan (RKA-KL/RKKR) sebagai biaya logistik, dikunci Kontrak Kerja pimpinan, dan dievaluasi secara akuntabel menggunakan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP). Melalui pendekatan cascading system, arah kebijakan fakultas diselaraskan secara tegak lurus dengan dokumen makro seperti RPJPN 2025–2045, RPJMN 2025–2029, Renstra Kemenag, Ditjen Pendis, hingga Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Renstra UIN Raden Mas Said Surakarta.

Penyusunan target kinerja baru ini dirumuskan melalui sepuluh tahapan mekanika evaluasi berbasis bukti (evidence-based) terhadap capaian periode sebelumnya. Tim perumus bentukan fakultas secara jeli melakukan analisis gap, membedah akar penyebab keberhasilan dan kegagalan manajemen masa lalu, hingga menarik lesson learnt berharga. Melalui analisis lingkungan strategis dengan matriks PESTEL, fakultas juga memetakan ketidakpastian tren global, termasuk kesiapan operasional menghadapi transisi tata kelola keuangan universitas menuju status Badan Layanan Umum (BLU) yang menuntut kreativitas kemandirian finansial, serta mitigasi penetrasi kecerdasan buatan dalam ruang kelas digital.

            Guna memenuhi standar akreditasi kriteria Lamdik 3.0, draf Visi dan Misi Fakultas Tarbiyah diuji secara ketat berdasarkan aspek kejelasan, relevansi, orientasi masa depan yang transformatif, kekhasan distingsi lokal, serta aspek partisipatif. Fakultas juga mewajibkan pelaksanaan survei pemahaman visi-misi secara berkala baik daring maupun luring. Selain itu, disepakati kebijakan bahwa seluruh judul penelitian dan pengabdian masyarakat (PKM) dosen serta mahasiswa harus dipetakan secara ketat agar selaras dengan roadmap keilmuan program studi masing-masing.