Surakarta, 2 September 2025 – Jurusan Sains Data, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan Stadium General bertajuk “Muslim Scientist in the Making: Competitive, Ethical, Global” pada Selasa (2/9) di Gedung SBSN Hall. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-33 UIN Raden Mas Said Surakarta yang diikuti sivitas akademika Fakultas Sains dan Teknologi serta mahasiswa baru.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, diikuti lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars UIN Raden Mas Said Surakarta. Ketua Jurusan Sains dan Teknologi, Dr. Purwono, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru dalam memahami integrasi sains, teknologi, dan nilai-nilai Islam.
Sambutan selanjutnya dari Prof. Fauzi Muharom, M.Ag, selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dengan berpesan kepada mahasiswa agar menyelesaikan studi tepat waktu, beradaptasi dengan lingkungan akademik, serta menjadikan dosen sebagai mitra dalam berprestasi. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk selalu menjaga keselamatan, khususnya saat berkendara.

Acara ini diprakarsai oleh Jurusan Sains dan Teknologi dan menghadirkan sosok inspiratif Bu Sri Wahyuningsih, S.Ag., pendiri Komunitas Banyu Bening, sebagai narasumber utama. Dikenal sebagai tokoh perempuan di bidang lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat, Bu Sri memberikan paparan yang membumi namun penuh makna. Ia mengajak para mahasiswa, khususnya para mahasiswa baru, untuk tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membentuk kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Dalam penyampaiannya, Bu Sri menegaskan bahwa menjadi saintis Muslim tidak cukup hanya dengan menguasai ilmu, tetapi juga harus mampu memahami realitas sosial dan budaya, serta menghadirkan solusi yang berakar pada kearifan lokal. Menurutnya, saintis masa depan adalah mereka yang tidak hanya berpikir logis dan ilmiah, tetapi juga punya empati, etika, dan komitmen untuk menjaga harmoni alam dan masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, pelaksanaan Stadium General ini juga mengajak peserta untuk mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Seluruh peserta diminta membawa tumbler sendiri sebagai langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik. Meskipun kecil, kebiasaan ini diharapkan bisa menjadi awal yang baik dalam membentuk kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa.
Sebagai forum penyambutan mahasiswa baru, acara ini tidak hanya mengenalkan mereka pada dunia kampus, tetapi juga membuka cakrawala berpikir mereka tentang peran dan tanggung jawab sebagai insan akademik. Diskusi interaktif antara mahasiswa dan narasumber berlangsung dinamis, menunjukkan antusiasme dan semangat kritis mahasiswa baru dalam menyerap nilai-nilai yang ditanamkan. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga terlibat aktif, bertanya, dan berbagi pandangan mengenai tantangan global, isu lingkungan, serta bagaimana menjadi ilmuwan yang tetap berpijak pada nilai-nilai Islam
Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan. Novita dari Prodi Ilmu Lingkungan menanyakan motivasi pendirian Sekolah Banyu Bening, yang dijawab narasumber sebagai upaya menjembatani bahasa Al-Qur’an melalui pendekatan saintifik, budaya, dan agama. Sedangkan Fathoni dari Sains Data mengangkat isu tantangan teknologi terhadap akidah, yang dijawab dengan penekanan bahwa setiap aktivitas ilmiah harus diniatkan sebagai ibadah.
Kegiatan ditutup dengan pemaparan tata tertib mahasiswa baru, perkenalan dosen, serta penjelasan SOP pengelolaan sampah di lingkungan kampus oleh Ibu Ilzamha Hadijah Rusdan, M.Sc. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Jurusan Sains Data meneguhkan komitmennya untuk mencetak generasi ilmuwan muslim yang kompetitif, beretika, dan berwawasan global, sekaligus berakar pada nilai-nilai Islam.
Mitra dan Alumni, Fakultas Tarbiyah UIN Surakarta Desain Arah Strategis Jangka Panjang
1 pekan yang lalu - Umum