Loading...

Pengenalan Keterampilan Leadership dan Public Speaking sebagai Upaya Penguatan Soft Skill Bagi Pemuda Karang Taruna Desa Kradenan, Trucuk, Klaten

Diterbitkan pada
26 Februari 2023 12:53 WIB

Baca

Dalam era yang semakin kompetitif, soft skill, seperti kepemimpinan (leadership) dan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), menjadi aspek penting yang harus dikuasai oleh generasi muda. Keterampilan ini tidak hanya berguna untuk pengembangan diri, tetapi juga mendukung kemampuan bersosialisasi, bekerja sama dalam tim, serta berperan aktif dalam komunitas. Menghadapi tantangan ini, Dosen FIT UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PkM) yang bertujuan untuk memperkuat soft skill pemuda Karang Taruna di Desa Kradenan, Trucuk, Klaten dengan rentan usia 17-22 tahun. Kegiatan PkM dilaksanakan pada 26 Februari 2023 dan berfokus pada pengenalan keterampilan kepemimpinan dan public speaking, mengingat pemuda Karang Taruna adalah agen perubahan yang potensial dalam masyarakat. Melalui pelatihan ini, diharapkan mereka tidak hanya mampu memimpin dan berkomunikasi dengan baik dalam komunitas lokal, tetapi juga dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, serta menghadapi tantangan di masa depan. Rangkaian Kegiatan Pelatihan ini diawali dengan sesi pengenalan dasar mengenai leadership. Dosen FIT UIN Raden Mas Said Surakarta menjelaskan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal posisi atau jabatan, tetapi tentang kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Peserta diajak untuk memahami karakteristik seorang pemimpin, seperti memiliki visi, kemampuan mengambil inisiatif, dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil. Setelah pemahaman dasar mengenai kepemimpinan, sesi berikutnya mengupas teknik public speaking. Dalam sesi ini, peserta diajari cara menyampaikan ide dengan jelas dan efektif, mengatasi rasa gugup, serta menjaga kontak mata dan bahasa tubuh yang positif saat berbicara di depan umum. Beberapa simulasi dan praktik langsung juga diberikan untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta saat berbicara di hadapan audiens. Pendekatan Partisipatif Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, di mana para pemuda tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam diskusi, studi kasus, dan role-play. Hal ini dilakukan agar keterampilan yang diajarkan dapat langsung dipraktikkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi kelompok dan presentasi bersama menjadi salah satu cara agar peserta terbiasa bekerja dalam tim serta saling memberikan umpan balik yang konstruktif. Hasil dan Dampak Setelah mengikuti pelatihan, para pemuda Karang Taruna Desa Kradenan menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi. Mereka merasa lebih siap untuk memimpin berbagai kegiatan di desa, seperti mengorganisir acara sosial dan memberikan arahan yang jelas kepada anggota lainnya. Tak hanya itu, keterampilan public speaking yang mereka kuasai juga membuat mereka lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat saat rapat desa atau acara formal lainnya. Dampak positif lainnya adalah meningkatnya kesadaran akan pentingnya soft skill di kalangan pemuda. Mereka mulai menyadari bahwa kemampuan kepemimpinan dan komunikasi tidak hanya dibutuhkan dalam dunia kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam upaya membangun solidaritas dan kerja sama di dalam komunitas. Kesimpulan Program PkM yang bertujuan untuk memperkenalkan keterampilan leadership dan public speaking ini berhasil memberikan dampak positif bagi pemuda Karang Taruna Desa Kradenan. Dengan keterampilan yang mereka peroleh, diharapkan pemuda ini mampu menjadi pemimpin yang lebih baik di lingkungannya dan siap menghadapi tantangan masa depan. Kegiatan semacam ini penting untuk terus dilakukan guna membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam hal soft skill dan interpersonal.