Dalam dunia yang semakin terhubung secara global, pemahaman lintas budaya atau Cross Culture Understanding menjadi salah satu kunci penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai. Hal ini sangat relevan bagi kalangan pemuda santri di Solo Raya, yang berada di tengah dinamika sosial dan keagamaan yang beragam. Sebagai civitas akademika, Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan pengabdian masyarakat dan mengenalkan cross culture understanding sebagai upaya penguatan wawasan moderasi beragama. Adapun sasarannya adalah pemuda santri Solo Raya yang diharapkan dapat menjadi pelopor perdamaian dan toleransi. Dalam konteks ini, penguatan moderasi beragama menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Kegiatan PkM ini melibatkan 24 orang pemuda santri Solo Raya dan dilaksanakan pada 23 Februari 2023 di Perum Griya Salaam, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali
Cross Culture Understanding adalah kemampuan untuk memahami, menghargai, dan berinteraksi dengan berbagai budaya serta agama yang berbeda dari yang kita miliki. Melalui pemahaman lintas budaya, santri tidak hanya diajarkan untuk mengenal identitas budayanya sendiri, tetapi juga diajak untuk mengapresiasi keberagaman yang ada. Ini menjadi landasan penting bagi terwujudnya sikap moderasi dalam beragama, di mana seseorang bisa menyeimbangkan antara keyakinan pribadi dengan sikap menghormati keyakinan orang lain.
Pemuda santri Solo Raya, yang memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat, dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pemahaman moderasi beragama. Dalam menghadapi tantangan-tantangan sosial dan keagamaan saat ini, seperti munculnya radikalisme dan intoleransi, mereka dapat memainkan peran sebagai agen perubahan dengan memperkuat sikap toleran, inklusif, dan damai. Dengan pengenalan Cross Culture Understanding, mereka akan lebih siap untuk menghadapi keberagaman tanpa harus kehilangan jati diri keagamaan mereka. Justru, melalui pendekatan ini, nilai-nilai agama yang mereka anut dapat semakin dikuatkan melalui pemahaman yang mendalam tentang konteks sosial dan budaya di sekitarnya.
Upaya penguatan wawasan moderasi beragama melalui Cross Culture Understanding di kalangan pemuda santri Solo Raya ini dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Salah satunya adalah melalui pendidikan interaktif, dialog lintas agama, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan media sosial juga dapat dijadikan sarana untuk menyebarkan narasi positif mengenai moderasi beragama dan pentingnya menghargai perbedaan.Dengan demikian, pengenalan Cross Culture Understanding tidak hanya berfungsi sebagai strategi untuk memperkuat wawasan pemuda santri, tetapi juga sebagai upaya konkret untuk menciptakan masyarakat yang damai, toleran, dan harmonis. Pemuda santri Solo Raya diharapkan mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai moderasi beragama, baik di lingkungan lokal maupun global.
Mitra dan Alumni, Fakultas Tarbiyah UIN Surakarta Desain Arah Strategis Jangka Panjang
1 pekan yang lalu - Umum