Loading...

Pelatihan Pendidikan Moderasi Beragama dan Penerapannya dalam Pembelajaran bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah KKG Guru MI Kecamatan Ngemplak Boyolali

Diterbitkan pada
12 Mei 2023 12:42 WIB

Baca

Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Dosen FIT Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta melaksanakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan pendidikan moderasi beragama. Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan para guru dalam menerapkan prinsip moderasi beragama dalam pembelajaran, sebagai bagian dari usaha untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, toleran, dan harmonis. Kegiatan yang dilaksanakn pada 12, 25, 27 Mei dan 2 Juni 2023 ini diikuti oleh 210 guru dlaam KKG Guru MI Kecamatan Ngempak, Boyolali.

Moderasi beragama, sebagai salah satu prinsip penting dalam pendidikan Islam, menekankan keseimbangan dalam beragama dengan menghindari sikap ekstremis, baik yang bersifat radikal maupun liberal. Melalui pendidikan yang moderat, diharapkan para guru dapat menjadi agen perubahan yang mampu menanamkan nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan toleransi di lingkungan sekolah serta masyarakat luas.

Kegiatan ini melibatkan Kelompok Kerja Guru (KKG) MI Kecamatan Ngemplak, yang terdiri dari puluhan guru MI dari berbagai madrasah di wilayah tersebut. Dalam pelatihan ini, Dosen FIT Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta memberikan materi mengenai konsep dasar moderasi beragama, pentingnya dalam konteks kebhinnekaan Indonesia, serta cara-cara praktis mengintegrasikan nilai-nilai moderasi ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran di kelas.

Pelatihan ini menggunakan metode partisipatif, di mana para guru tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga dilibatkan dalam diskusi interaktif, studi kasus, dan simulasi pembelajaran berbasis moderasi beragama. Beberapa topik yang dibahas meliputi:

  1. Prinsip-Prinsip Moderasi Beragama: Pemahaman mengenai ciri-ciri moderasi beragama, termasuk sikap adil, berimbang, dan toleransi dalam menghadapi perbedaan.
  2. Penerapan Moderasi Beragama dalam Kurikulum MI: Strategi mengintegrasikan nilai-nilai moderasi dalam mata pelajaran seperti Pendidikan Agama Islam, PPKn, dan pelajaran lainnya yang relevan.
  3. Mengatasi Radikalisme dan Ekstremisme di Sekolah: Pengenalan tentang cara mengidentifikasi potensi radikalisme serta langkah-langkah preventif dan solutif untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan bebas dari pengaruh negatif tersebut.
  4. Studi Kasus dan Simulasi: Peserta dilibatkan dalam simulasi pembelajaran yang berfokus pada penerapan nilai-nilai moderasi beragama, dengan contoh-contoh kasus yang sering terjadi di sekolah dan masyarakat.

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi para guru MI di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, untuk menciptakan suasana belajar yang harmonis, damai, dan menghargai perbedaan, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan karakter bangsa dan membentuk generasi yang toleran serta berwawasan kebhinnekaan. Sebagai hasil dari pelatihan ini, para guru diharapkan mampu mengimplementasikan moderasi beragama dalam proses pengajaran sehari-hari serta berperan aktif dalam mencegah masuknya paham-paham ekstrem yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.