Pelatihan pembelajaran berbasis STEAM telah dilaksanakan oleh Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta. Sasaran pelatihan tersebut adalah guru SD/MI yang terletak di Klaten pada 11 Mei 2023. Pelatihan pembelajaran berbasis STEAM tersebut mengusung materi sebagai berikut:
Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan cepat dalam dunia pendidikan, pengintegrasian pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) menjadi semakin penting. Oleh karena itu, pelatihan pembelajaran berbasis STEAM bagi guru Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) diselenggarakan dengan tujuan untuk mempersiapkan pendidik dalam menghadapi tantangan ini.
Hari Pertama: Pengenalan Konsep STEAM
Pelatihan dimulai dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh kepala sekolah dan para guru. Narasumber menjelaskan tentang pentingnya pendekatan STEAM dalam pembelajaran, yang tidak hanya fokus pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pengembangan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Peserta diajak untuk mendiskusikan tantangan yang mereka hadapi dalam mengimplementasikan STEAM di kelas.
Hari Kedua: Praktik dan Keterampilan Mengajar
Pada hari kedua, peserta dibekali dengan berbagai metode dan strategi untuk mengintegrasikan STEAM dalam kurikulum. Mereka melakukan simulasi pembelajaran yang melibatkan proyek kolaboratif, di mana siswa dapat berkreasi dan berinovasi. Setiap kelompok guru ditugaskan untuk merancang sebuah proyek yang menggabungkan elemen STEAM, seperti membuat alat sederhana atau mengembangkan karya seni yang mengandung unsur sains.
Hari Ketiga: Teknologi dalam Pembelajaran STEAM
Di hari ketiga, fokus beralih pada pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembelajaran STEAM. Guru diajarkan cara menggunakan berbagai aplikasi dan perangkat lunak yang dapat membantu siswa belajar secara interaktif. Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada alat-alat sederhana yang dapat digunakan dalam eksperimen sains, sehingga siswa lebih terlibat dan antusias dalam belajar.
Hari Keempat: Evaluasi dan Umpan Balik
Pelatihan ditutup dengan sesi evaluasi, di mana para peserta berbagi pengalaman dan umpan balik tentang apa yang telah dipelajari. Mereka mengidentifikasi langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk menerapkan pembelajaran berbasis STEAM di sekolah masing-masing. Banyak guru yang merasa termotivasi dan siap untuk menerapkan metode baru ini dalam proses belajar mengajar.
Kesimpulan
Pelatihan pembelajaran berbasis STEAM bagi guru SD/MI tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menciptakan semangat kolaborasi di antara pendidik. Dengan mengintegrasikan STEAM, diharapkan siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pemecah masalah yang kreatif dan inovatif, siap menghadapi tantangan di masa depan. Melalui pelatihan ini, pendidikan di tingkat dasar diharapkan semakin relevan dan menarik bagi generasi mendatang.
Mitra dan Alumni, Fakultas Tarbiyah UIN Surakarta Desain Arah Strategis Jangka Panjang
1 pekan yang lalu - Umum