| Pelatihan Islamic Self-Efficacy dan Trik Menghadapi Kecemasan menghadapi Tes Hafalan Al-Qur'an telah dilaksanakan oleh Dosen FIT UIN Raden Mas Said Surakarta pada 29 Juni 2023. Sasaran dari pelatihan tersebut adalah santri di Surakarta Di Surakarta, sebuah pelatihan inovatif telah dilaksanakan untuk mendukung santri dalam mengatasi kecemasan yang sering muncul menjelang tes hafalan Al-Qur'an. Pelatihan ini bertajuk "Islamic Self-Efficacy dan Trik Menghadapi Kecemasan," bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri santri serta memberikan strategi praktis dalam menghadapi ujian yang menjadi bagian penting dalam pendidikan mereka. Acara ini dihadiri oleh santri dari berbagai pesantren di Surakarta, yang sebelumnya telah merasakan tekanan dan kecemasan saat menghadapi tes hafalan. Dalam suasana yang penuh semangat, para peserta diajak untuk menggali potensi diri mereka melalui pelatihan self-efficacy yang berbasis pada nilai-nilai Islam. Dengan bimbingan para narasumber yang berpengalaman, santri belajar bagaimana mengelola pikiran negatif dan membangun keyakinan dalam kemampuan mereka untuk menghafal dan mengingat ayat-ayat suci Al-Qur'an. Sesi pertama pelatihan difokuskan pada pemahaman tentang self-efficacy, yang merupakan keyakinan seseorang akan kemampuan untuk mencapai tujuan tertentu. Melalui diskusi interaktif, para santri diajak untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi dalam proses hafalan. Dengan menggali cerita satu sama lain, mereka menemukan bahwa perasaan cemas adalah hal yang umum, dan saling mendukung satu sama lain menjadi kunci untuk mengatasi rasa takut. Selanjutnya, pelatihan dilanjutkan dengan teknik-teknik praktis untuk menghadapi kecemasan. Peserta diajarkan metode relaksasi, seperti pernapasan dalam dan meditasi, yang dapat membantu menenangkan pikiran saat menjelang ujian. Selain itu, mereka juga diperkenalkan pada teknik manajemen waktu yang efektif, sehingga dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik tanpa merasa terburu-buru atau tertekan. Salah satu momen paling berkesan dalam pelatihan adalah ketika santri diberikan kesempatan untuk berlatih menghadapi tes hafalan dalam suasana simulasi. Dengan bimbingan dan dukungan dari mentor, mereka merasakan pengalaman yang lebih mendekati realita, yang membantu mengurangi rasa cemas dan meningkatkan kepercayaan diri. Momen ini menjadi titik balik bagi banyak peserta, yang sebelumnya merasa takut untuk tampil. Di akhir pelatihan, santri diberikan penugasan untuk membuat rencana hafalan pribadi yang mencakup tujuan jangka pendek dan strategi untuk mencapainya. Ini menjadi langkah konkret bagi mereka untuk menerapkan apa yang telah dipelajari dan menginternalisasi nilai-nilai self-efficacy dalam proses hafalan mereka. Dengan pelatihan ini, santri di Surakarta tidak hanya memperoleh keterampilan untuk mengatasi kecemasan, tetapi juga membangun mentalitas positif yang akan mendukung mereka tidak hanya dalam hafalan Al-Qur'an, tetapi juga dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Melalui penguatan self-efficacy, mereka diharapkan dapat menghadapi tes hafalan dengan keyakinan, menjadikan setiap ujian sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang dalam iman dan ilmu. |
Mitra dan Alumni, Fakultas Tarbiyah UIN Surakarta Desain Arah Strategis Jangka Panjang
1 pekan yang lalu - Umum