
Jonathan Smith, Phd. dari UK Leeds University sebagai narasumber diskusi dosen
Konsosrsium keilmuan yang rutin digelar oleh dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Raden Mas Said Surakarta kali ini membhasa tentang kajian Classroom Action Research Interdisipliner. Diskusi dosen ini menarik untuk diikuti karena berbicara tentang disiplin ilmu.
Kurikulum merdeka yang telah digulirkan mendorong kajian keilmuan lebih luas dan tidak sfesifik dalam satu kajian keilmuan. Peserta didik atau mahasiswa dapat menguasai banyak disiplin ilmu pengetahuan untuk menghadapi tantangan zaman.
Ketua Unit Konsorsium, M.Irfan Saefudin, M.H.I, menyampaikan bahwa mahasiswa PPG yang ada di LPTK yang beragam ini dapat menjadi wacana untuk melakukan PTK interdisipliner, yang kita ketahui selama ini PTK hanya menyelesaikan masalah-masalah dalam pembelajaran di dalam kelas, tetapi sebenarnya itu dapat ditingkat dalam kajian yang lebih luas seperti pembelajaran fikih nazis mislanya dapat di classroom action research kan karena nazzis itu berhubungan denagn air debu dan sebagainya yang itu ada dalam kajian ilmu lain seperti ilmu alam dan sains, Ujarnya.
Untuk diskusi PTK interdisipliner diskusi ini menghadirkan Jonathan Smith, Phd. dari UK Leeds University. diskusi yang dihadiri dosen Faklutas Ilmu Tarbiyah cukup hidup dan menarik. harapannya kegiatan ini menjadi kajian selanjutnya dan dapat dirumuskan PTK yang interdisipliner, yang selama PTK selalu pada peningkatan pembelajaran dengan trethment metode.
Interdisipliner juga dapat mengaraha pada projek penguatan pancasila, sehingga guru Agama dapat berkolaborasi dengan guru biologi atau guru fisika. sehingga penguatan P5PPRA tidak berkuta pada projek pragmatis sepeti membuat tobg sampah dan lain-lain.
Mitra dan Alumni, Fakultas Tarbiyah UIN Surakarta Desain Arah Strategis Jangka Panjang
1 pekan yang lalu - Umum