
SURAKARTA — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (HMPS PBA) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Softskill bertema “Strategi Pengembangan Maharoh Lughowiyah dalam Meningkatkan Softskill Mahasiswa PBA” pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi wadah pengembangan kemampuan mahasiswa PBA, khususnya dalam aspek kebahasaan serta penguatan softskill mahasiswa.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia, Nur Isnaini. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, pemateri, moderator, dan peserta yang telah berpartisipasi serta mendukung kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung,” ujar Nur Isnaini.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua HMPS PBA, Akbar Hakim. Ia berharap kegiatan workshop dapat menjadi sarana pengembangan kemampuan mahasiswa secara aktif dan berkelanjutan.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan aktif, terutama dalam sesi Focus Group Discussion (FGD), sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dan dikembangkan bersama. Semoga workshop ini mampu menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan bahasa, rasa percaya diri, dan softskill mahasiswa PBA,” tutur Akbar Hakim.
Kegiatan ini turut mendapatkan apresiasi dari Dr. Anisatul Barokah M.Pd.I , M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan workshop merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam menuntut ilmu dan mengembangkan kualitas diri mahasiswa.
“Menuntut ilmu bukan hanya tentang menambah wawasan, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan, dan kualitas diri. Orang yang menuntut ilmu akan dimuliakan serta diangkat derajatnya. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terus berkembang, baik dalam kemampuan maharoh lughowiyah maupun softskill yang dibutuhkan di masa depan,” jelasnya.
Pada sesi inti, materi disampaikan oleh ustadz Setya Aditama LC selaku narasumber. Beliau memaparkan pentingnya penguasaan maharoh lughowiyah yang meliputi maharoh sima’ah (menyimak), kalam (berbicara), qira’ah (membaca), dan kitabah (menulis). Menurut beliau, setiap maharoh memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan softskill mahasiswa.
“Penguasaan maharoh lughowiyah tidak hanya mendukung kemampuan akademik, tetapi juga membentuk kemampuan komunikasi, public speaking, berpikir kritis, kerja sama tim, kreativitas, serta kepercayaan diri mahasiswa,” ungkap ustadz Setya Aditama LC.
Beliau juga menambahkan bahwa kemampuan bahasa perlu diimbangi dengan pengembangan softskill agar mahasiswa mampu beradaptasi dalam lingkungan organisasi maupun dunia kerja.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Pertanyaan pertama disampaikan oleh Lulu mengenai strategi yang dapat diterapkan oleh pengajar bahasa Arab dalam menghadapi masa transisi era 4.0 menuju 5.0 yang dipengaruhi perkembangan AI dan digitalisasi.
Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa pengembangan kemampuan dapat dilakukan melalui penguatan setiap maharoh lughowiyah, terutama maharoh istima’ dan qira’ah sebagai dasar penguasaan kemampuan bahasa lainnya.
Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Sofiana Rahmadani mengenai pengaruh lingkungan terhadap kemampuan berbahasa Arab mahasiswa. Narasumber menegaskan bahwa lingkungan memiliki peran penting dalam meningkatkan maharoh lughowiyah maupun softskill mahasiswa.
“Lingkungan yang baik akan sangat membantu proses pembelajaran bahasa. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun dan mencari lingkungan yang mendukung perkembangan diri,” jelasnya
Selanjutnya, Eka Susanti mengajukan pertanyaan mengenai strategi meningkatkan maharoh kalam di lingkungan yang kurang mendukung. Menanggapi hal tersebut, narasumber menjelaskan bahwa peningkatan kemampuan berbicara dapat dimulai dari diri sendiri dengan memanfaatkan media sosial serta konten-konten lughowi sebagai media latihan mandiri.
Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD). Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pengembangan maharoh lughowiyah dan softskill mahasiswa. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok di hadapan peserta lainnya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan Best Presentation kepada kelompok terbaik berdasarkan hasil presentasi FGD. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pemateri dan moderator sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih atas kontribusi dalam kegiatan workshop.
Rangkaian acara Workshop Softskill ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Nur Efendi. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa PBA mampu meningkatkan kemampuan maharoh lughowiyah sekaligus mengembangkan softskill secara seimbang, aktif, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan di era modern.
Mitra dan Alumni, Fakultas Tarbiyah UIN Surakarta Desain Arah Strategis Jangka Panjang
1 pekan yang lalu - Umum