| Pada 27 Februari 2023, Dosen FIT UIN Raden Mas Said Surakarta melaksanakan pengabdian masyarakat untuk menyampaikan dakwah dan pendidikan pesantren di era digital. PkM ini dilaksanakan di Desa Jetis, Nguter, Sukoharjo. Di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi yang cepat, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki tantangan dan peluang baru. Era digital membuka pintu bagi dakwah dan pendidikan pesantren untuk menjangkau lebih banyak orang, memfasilitasi penyebaran ilmu, dan memperluas pengaruh positif di masyarakat. Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak kalah besar, termasuk bagaimana mempertahankan nilai-nilai tradisional dalam konteks yang modern. Pesantren, yang selama ini dikenal sebagai tempat belajar agama dan pengembangan karakter, kini dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Penggunaan platform digital, seperti media sosial dan aplikasi pembelajaran online, menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung dakwah. Melalui media sosial, pesantren dapat menyebarkan informasi, berbagi ilmu, dan berinteraksi langsung dengan santri serta masyarakat luas. Salah satu contoh inovatif adalah program dakwah melalui podcast dan video YouTube. Dengan format yang menarik, pengajaran yang sebelumnya hanya dapat diakses di dalam kelas kini dapat dinikmati oleh siapa saja, di mana saja. Para ustaz dan santri berbagi ceramah, kajian, dan diskusi tentang berbagai isu terkini, menjadikan ilmu agama lebih relevan dan mudah dipahami oleh generasi muda. Di sisi lain, pendidikan pesantren juga mulai menerapkan metode pembelajaran berbasis teknologi. Kelas online, webinar, dan aplikasi pembelajaran menjadi sarana untuk menjangkau santri di daerah terpencil yang mungkin sulit mengakses pendidikan formal. Dengan cara ini, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat literasi digital yang mendukung pengembangan kompetensi santri. Namun, dalam proses ini, pesantren harus tetap berhati-hati. Meskipun teknologi menawarkan banyak manfaat, ada risiko penyebaran informasi yang salah dan pemahaman yang menyimpang. Oleh karena itu, pesantren perlu berperan aktif dalam mengedukasi santri tentang literasi digital, mengajarkan mereka cara kritis dalam memilah informasi, serta membangun kesadaran tentang etika berinternet. Dalam era digital ini, dakwah dan pendidikan pesantren memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang lebih luas dari sebelumnya. Dengan menggabungkan nilai-nilai tradisional dan inovasi modern, pesantren dapat menjadi kekuatan dalam menciptakan masyarakat yang berpengetahuan, toleran, dan berdaya saing. Sebagai pusat pendidikan dan dakwah, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga sumber inspirasi dan perubahan positif di tengah dinamika dunia yang terus berubah. Dengan demikian, dakwah dan pendidikan pesantren di era digital bukan hanya sebuah tantangan, tetapi juga peluang emas untuk menghidupkan nilai-nilai Islam yang damai dan membangun generasi yang siap menghadapi masa depan dengan pengetahuan dan iman yang kokoh. |
Mitra dan Alumni, Fakultas Tarbiyah UIN Surakarta Desain Arah Strategis Jangka Panjang
1 pekan yang lalu - Umum